Salah Kaprah Pahami Jihad

Bookmark and Share
Jakarta - Saban malam warung Teteh Tini selalu ramai didatangi orang. Ada tukang ojek, supir truk, satpam atau tukang parkir. Mereka selama ini menjadi pelanggan tetap warung, yang berlokasi di depan Taman Sari, Jalan Pangeran Tirtayasa, Kota Serang, Banten.

Selain ngopi dan merokok mereka menjadikan warung tersebut sebagai tempat ngobrol. Tema obrolannya bervariasi, kadang hanya membahas hal-hal ringan kadang hal yang tergolong berat mereka perbincangkan juga. "Kalau seminggu ini yang jadi obrolan soal Iman Samudra dan jihad," jelas Tini kepada detikcom, Sabtu (1/11/2008).

Obrolan tentang Imam Samudra, Amrozi serta Ali Gufron belakangan memang semakin gencar. Terutama dilakukan warga yang tinggal di sekitar kediaman para terpidana mati kasus Bom Bali I tersebut. Misalnya di warung Teh Tini yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah keluarga Imam Samudra di Lopang Gede, Kota Serang.

Dikatakan Tini, para pelanggannya umumnya berpendapat kalau Imam Samudra dan kawan-kawannya adalah pahlawan Islam. Mereka dianggap telah berjihad membela agama. "Saya sering ngotot ma mereka. Saya selalu bilang kalau Imam Samudra cs itu adalah teroris atau pembunuh. Karena Islam itu tidak menyuruh membunuh orang yang tidak berdosa," ujarnya.

Tapi sekalipun Teh Tini berulangkali menjelaskan soal jihad yang salah kaprah dari Imam Samudra dan kawan-kawannya, para pelanggannya tetap dengan pendiriannya dan menganggap eksekusi mati terhadap Imam Samudra tidak tepat.

Pro kontra soal status pahlawan atau teroris bagi tiga terpidana mati Bom Bali I saat ini mulai jadi perdebatan di masyarakat, terutama warga di sekitar tempat tinggal Aamrozi cs.

Di Serang, gabungan ormas Islam se Kecamatan Pontang, Serang yang menamakan diri Jaringan Islam Underground (JIUN) menganggap eksekusi yang dilakukan terhadap Amrozi cs tidak tepat. Untuk itu jaringan ini mengadakan doa bersama menentang eksekusi mati terhadap eksekusi tersebut.

Menurut Molid, salah satu aktivis JIUN, pemerintah wajib mengampuni ketiga mujahid tersebut, bukan malah mengeksekusi. Ia kemudian menuding kalau eksekusi tersebut lantaran adanya campur tangan asing yang sengaja menyudutkan umat Islam.

Puluhan orang yang terdiri dari ulama, santri dan santriwati itu berkumpul untuk doa bersama sambil membaca Surat Yasin, di Majelis Al Huda, Kampung Begog, Desa Tembakang, Kecamatan Pontang, Selasa (4/11/2008)

Sementara di Cilacap, Amrozi cs juga mendapat perhatian khusus di mata Front Pembela Islam (FPI). Bahkan, FPI Cilacap bersedia 'mengawal' Amrozi cs hingga liang lahat.

Ketua DPW FPI Cilacap M Suryo Haryanto mengatakan, kesiapan mengawal Amrozi cs di detik-detik eksekusi dilaksanakan, mengurus, dan mengantarkan jenazahnya hingga ke Lamongan. Tidak hanya itu, Suryo mengatakan pihaknya juga bersedia menampung jenazah ketiga pelaku bom Bali itu. Bahkan tanah pemakaman juga sudah disiapkan bagi mereka di Cilacap.

FPI yang dipimpin Suryo sebelumnya juga telah menggelar doa bersama di Masjid Baetul Mukminin, Jalan Stapelan Kompleks Balai Desa Sidamulya, Kecamatan Sidamulya, Cilacap. Doa tersebut dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas sesama Muslim.

Bentuk dukungan terhadap Amrozi cs yang lebih ekstrem bahkan muncul di Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah poster bernada provokatif sempat tertempel di sejumlah titik di wilayah Jambangan dan Kertajaya, Sabtu (1/11/2008). Poster itu berisi kata-kata dukungan terhadap Amrozi cs dan menganggap Amrozi cs sebagai syuhada.

Dengan bermunculannya dukungan terhadap Amrozi cs apakah pemboman yang dikategorikan Amrozi cs merupakan upaya jihad? Abu Rusdan, petinggi Jamaah Islamiyah (JI) mengatakan, Islam tidak mengenal aksi kekerasan. Sebab Islam justru menghendaki adanya kemakmuran buat semua orang. Karena itu, tindak kekerasan tidaklah dibenarkan dalam Islam.

"Apapun bentuk yang mengaitkan Islam dengan kejahatan kemanusiaan merupakan tindak aniaya terhadap kaum muslimin," tegas Rusdan kepada detikcom.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab mengatakan, setiap orang bisa berbeda pendapat soal jihad. Tapi menurutnya, jika Amrozi cs dikatakan telah berjihad dengan melakukan pengeboman itu merupakan pemahaman yang sangat keliru.

"Dalam Alquran maupun hadis disebutkan kalau jihad tidak selalu harus membunuh. Malah lebih banyak ditekankan untuk berjihad melalui harta bukan nyawa," jelas Umar Shihab kepada detikcom.

Umar Shihab juga menegaskan, MUI sudah berulang kali menegaskan kalau tindakan Amrozi cs adalah teroris bukan dalam rangka jihad. Jadi MUI menghimbau kepada pihak yang menganggap Amrozi sebagai suhada agar bertanya kepada ulama yang ahli ilmu. Supaya pemahamannya soal jihad tidak salah kaprah.


{ 0 comments... Views All / Send Comment! }

Post a Comment